SEKILAS INFO
05-07-2022
  • 1 tahun yang lalu / LIBUR semester gasal tahun ajaran 2020/2021 mulai tanggal 21 Desember 2020 s/d 4 Januari 2020
  • 1 tahun yang lalu / Dalam rangka mematuhi anjuran Pemerintah dalam mencegah Perkembangan Pandemik Covid 19 Maka Kegiatan Belajar di Lingkungan SMPN 3 Maos dilaksanakan Secara Daring. Terima Kasih
  • 4 tahun yang lalu / Selama Pandemi Covid 19, Kegiatan Belajar Mengajar di SMPN 3 Maos dilaksanakan Secara Daring Melalui E-Learning Sekolah.
3
Jan 2022
0
Arjunawijaya Lahir

Prabu Kartawirya alias Partawirya mengundang Bambang Suwandageni, saudara sepupunya, untuk hadir pada upaca siraman, karena permaisurinya, Dewi Danuwati telah mengandung tujuh bulan. Sesaat setelah upacara itu selesai, datanglah utusan dari Kerajaan Lokapala, bernama Gohmuka, yang menyampaikan pesan agar Dewi Danuwati boleh dibawa ke Lokapala untuk dijadikan permaisuri Prabu Wisrawana alias Danaraja.

Mendengar permintaan itu Suwandageni marah dan menghajar Gohmuka, yang lalu lari pulang ke negaranya. Setelah melaporkan kegagalan tugasnya, Prabu Danaraja lalu menyiapkan bala tentaranya untuk menyerbu Maespati. Ia juga minta bantuan seorang brahmana sakti yang berujud raksasa, bernama Begawan Wisnungkara.

Sementara itu di kahyangan, Batara Wisnu diperintahkan oleh Batara Guru untuk turun ke dunia guna memelihara ketentraman. Batara Wisnu dengan senjata Cakra lalu merasuk ke janin bayi yang dikandung oleh Dewi Danuwati.

Beberapa saat kemudian, Dewi Danuwati melahirkan seorang putra, yang oleh Prabu Kartawirya diberi nama Arjunawijaya, alias Arjuna Sasrabahu. Anehnya, bayi itu lahir dengan menggenggam senjata Cakra. Sementara itu balatentara Kerajaan Lokapala yang dipimpin oleh Prabu Danaraja telah sampai di tapal batas Maespati. Prabu Kartawirya bersama Suwandageni berangkat untuk menghadang musuh. Senjata Cakra yang digenggam putranya yang baru lahir dibawa ke medan perang.

Dalam perang tanding antara Begawan Wisnungkara dengan Suwandageni berlangsung seru. Prabu Kartawirya lalu meminjamkan senjata Cakra pada Suwandageni. Dengan senjata itu Begawan Wisnungkara tak bisa berbuat apa-apa. Badannya hancur lebur terkena senjata Cakra. Prabu Danaraja yang berhadapan dengan Prabu Kartawirya yang bersenjatakan Cakra, seketika luluh semangatnya. Prabu Danaraja sadar bahwa ia berhadapan dengan senjata sakti dari kahyangan. Karena itu ia segera lari pulang ke Lokapala.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Agenda

Pengumuman

Data Sekolah

SMP Negeri 3 Maos

NPSN : 20300550

Jl. Stasiun No. 566 Maos
KEC. Maos
KAB. Cilacap
PROV. Jawa Tengah
KODE POS 53273
%d bloggers like this: